Wedang Ronde — Hangatnya Tradisi Tionghoa yang Jadi Ikon Yogyakarta

Wedang Ronde berasal dari kuliner Tionghoa bernama yuan xiao. Diadaptasi masyarakat Jogja menjadi minuman penghangat malam dengan kuah jahe manis. Hingga kini, wedang ronde banyak ditemukan di sekitar Malioboro dan Alun-Alun Kidul.

Wedang ronde dengan kuah jahe dan bola ketan isi kacang
Wedang Ronde: penghangat malam favorit warga Jogja.

🍵Bahan-Bahan

  • 200 g tepung ketan
  • 100 ml air hangat
  • Kacang tanah sangrai sebagai isi
  • 100 g jahe, 200 g gula merah
  • 1 lembar daun pandan

🧑‍🍳Cara Membuat

  1. Aduk tepung ketan + air hangat hingga bisa dipulung.
  2. Isi dengan kacang tumbuk, bentuk bulat kecil.
  3. Rebus hingga mengapung, angkat.
  4. Buat kuah: rebus jahe, pandan, dan gula merah hingga harum.
  5. Sajikan ronde dengan kuah hangat.

💡Tips Masak

  • Gunakan jahe emprit untuk sensasi pedas alami.
  • Tambahkan kolang-kaling atau sagu mutiara jika suka.

Posting Komentar

0 Komentar